Seluk Beluk Semen yang Belum Banyak Anda Tahu

Bahan material yang paling sering digunakan pada setiap konstruksi bangunan adalah semen. Mencampurkan semen dengan pasir akan menjadikan keduanya sebagai bahan perekat yang sangat kuat. Kokohnya tembok dan tiang-tiang pondasi bangunan akan sangat dipengaruhi oleh campuran keduanya. Itulah mengapa, Anda harus tahu bagaimana teknik pengadukan yang tepat sesuai dengan jenis semennya. Setidaknya, teknik dasar pengadukan semen dibagi menjadi tiga. Pertama, berikan takaran yang sesuai dengan tujuannya, baik itu untuk pondasi rumah, membuat dinding rumah, atau plesteran lantai. Kedua, pastikan campuran tersebut tidak terlalu encer. Ketiga, pilihlah jenis semen yang jenisnya sesuai dan memiliki kualitas unggul.

Seperti yang ditulis pada teknik nomor tiga di atas, sebaiknya Anda menggunakan jenis semen yang sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, jangan lupa untuk mempertimbangkan harga semen yang ingin Anda beli. Berikut ini akan kami berikan ulasan berupa jenis-jenis semen yang beredar di Indonesia beserta fungsinya, diantaranya:

  1. Semen Portland Tipe 1
    Fungsi semen portland type I digunakan untuk keperluan konstruksi umum yang tidak memakai persyaratan khusus terhadap panas hidrasi dan kekuatan tekan awal. Semen jenis ini bisa digunakan untuk bangunan rumah pemukiman, gedung perkantoran bertingkat, hingga pekerjaan jalan.
  2. Semen Portland Type 2
    Kondisi letak geografis ternyata menyebabakan perbedaan kadar asam sulfat dalam air dan tanah dan juga tingkat hidrasi. Oleh karena itu, keadaan tersebut mempengaruhi kebutuhan semen yang berbeda. Kegunaan Semen Portland Type II pada umumnya sebagai material bangunan yang letaknya dipinggir laut, tanah rawa, dermaga, saluran irigasi, dan bendungan.
  3. Portland Composite Cement (PCC)
    Dapat digunakan secara luas untuk konstruksi umum pada semua beton, seperti pasangan bata, Plesteran dan acian, panel beton, paving block, hollow brick, batako, genteng, potongan ubin. Banyak keuntungan yang didapat jika Anda memakai semen dengan jenis ini, diantaranya: lebih mudah dikerjakan, suhu beton lebih rendah sehingga tidak mudah retak, lebih tahan terhadap sulfat, lebih kedap air dan permukaan acian lebih halus.

Ketiga jenis semen yang kami uraikan di atas adalah jenis semen yang banyak digunakan. Masih banyak jenis semen dengan harga yang juga sangat variatif. Anda dituntut untuk bisa jeli dalam membeli dan memilih semen yang sesuai dengan kebutuhan bangunan Anda. Salah memilih jenis semen, justru bisa berakibat fatal untuk keamanan dan kekuatan bangunan. Kesalahan tersebut bisa juga membuat anggaran Anda membengkak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *