Opini.id Menurut Saya

Opini.id – Sebelum memulai menulis ini, saya mau bertanya dulu sedikit. Adakah di antara kamu yang suka membaca berita dari portal online, baik dari dalam maupun luar negeri. Nah, kamu memerhatikan tidak kalau sekarang artikel makin lama semakin pendek walaupun pendek bukan berarti beritanya tidak padat. Ternyata hal ini dipengaruhi oleh kebiasaan kita dalam membaca berita online yang mulai berubah. Bahkan di salah satu artikel yang pernah saya baca, waktu orang-orang membaca berita onlineĀ  makin rendah yaitu hanya 15 detik saja. Maka tidak heran kalau portal online memberikan judul berita yang “heboh” untuk mendapat click bait. Sebagai orang yang terjun langsung di dunia online sebagai content writer, saya sadar betul akan hal ini. Salah satu editor saya selalu mengingatkan saya untuk mengambil sisi lain dari tema yang sudah diberikan. Out of the box lha kalau mengikuti istilah anak-anak zaman sekarang.

Memang, tulisan saya tidak ada yang sampai viral banget dan jadi omongan banyak orang, tapi saya cukup puas dengan apa yang saya tulis dan kerjakan setidaknya bukan menyajikan berita hoax dan bermanfaat bagi siapapun yang membaca. Uhuk. Salah satu yang baru-baru ini saya kerjakan sekarang adalah menulis di Opini.id. Pernah mendengar Opini.id sebelumnya? Dikutip dalam laman web-nya, OPINI.id adalah portal yang ngomongin kepedulian-kepedulian dan tindakan-tindakan baik orang Indonesia saat ini. Pas banget, kan, kayak saya yang emang mau jadi orang baik dan berguna bagi bangsa. Saat pertama kali masuk ke situs-nya saya langsung suka, karena masih minim iklan dan masih bersih dengan background putih yang mendominasi. Sayangnya, saat mencoba untuk menulis artikel pertama kalinya, saya sempat kebingungan karena tidak ada petunjuk bagaimana cara menulis di Opini pada web mereka.

Website-nya bersih masih minim iklan, disamping itu pemilihan warna web yang tidak terlalu mencolok dan tidak perih di mata. Artikelnya ringkas dan ada video 1 menit bagi mereka yang malas membaca tapi mau tahu lebih banyak. Untuk membaca artikel tinggal digeser saja seperti membaca buku. Tema-tema yang disajikan cukup beragam dan kekinian. Bisa melihat banyaknya viewers yang membaca tulisan kita. Gampang untuk share artikel di media sosial, bahkan hanya satu laman pun bisa dijabani. Ada fitur vote, qoute, dan lainnya. Tentunya masih banyak sekali kelebihan dari portal berita opini.id ini, karena kalau diulas dalam satu artikel ini tentu saja tidak akan mencukupi karena banyak sekali keunggulannya.

Sampai akhirnya saya pun googling untuk cari tahu bagaimana cara menulis di sana. Iya, seniat itu deh. Setelah tahu, ternyata menulis di sana asik juga karena tampilannya beda dari menulis blog pribadi dan yang pasti pembacanya jauh lebih banyak daripada saya menulis di blog sendiri. Selain menulis di sana, saya juga berkesempatan bertandang untuk melakukan FGD (Focus Group Discussion) ke Kantor Opini.id yang ada di daerah Slipi. Saat FGD, kami para creator bisa mengeluarkan uneg-uneg yang kami rasakan selama menulis di sana sebagai pertimbangan dan masukan untuk Opini.id ke depan. Sayangnya, dua kali pertemuan, dua kali pula saya datang terlambat. Pertama, karena dapat driver yang tidak tahu jalan dan malah lewat ke titik-titik rawan macet ketika pulang kerja. Kedua, karena, ya, kerjaan saya baru selesai setelah setengah jam dari jadwal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *